Torsi dan Daya: Putaran atau Tarikan?

Torsi dan daya tampaknya sama saja, tetapi ternyata berbeda proses pengukurannya

Ketika teknologi otomotif semakin berkembang, harapan untuk memiliki mobil atau sepeda motor paling cepat, bertenaga akan dibatasi oleh berat atau hukum fisika lainnya. Maka pabrikan pun mulai berfikir tentang efisiensi dengan mesin yang semakin kecil kapasitasnya. Jadi tak heran jika kini dikenal istilah Honda eSP, Yamaha Blue Core, VVT atau sebagainya. Artinya hanya dengan seliter bahan bakar maka jarak tempuhnya semakin jauh dan jauh. Tetapi dalam merancang mesin tentunya ada satuan-satuan yang tak kalah pentingnya sebagai ukuran. Seperti sekian HP, sekian PS, sekian PK atau kW, serta sekian lb.ft, atau sekian Nm.

Membandingkan daya kuda dan torsi antar kendaraan dapat membingungkan, karena pabrikan mengejar karakteristik mesin khusus agar sesuai dengan berat, ukuran dan kategori kendaraan. Angka bervariasi dari mesin ke mesin dan biasanya hanya diberikan peringkat puncak, yang juga dapat menyesatkan. Mari kita lihat apa daya kuda dan torsi sebenarnya dan bagaimana mereka diukur. 

Tenaga kuda relatif terhadap torsi, sedangkan torsi adalah momen puntir atau gaya putar. Sebagai gambaran jika sebuah tuas ditempatkan pada crankshaft mesin dan mengukur kekuatan putarnya (momen puntir), dan itulah torsi. Dan gambaran torsi paling sederhana adalah saat anda memasang sekrup, daya yang berikan saat memutar obeng itulah torsi.

Perlu dicatat kalau torsi bisa konstan dari waktu ke waktu. Sedangkan tenaga di sisi lain adalah rate saat torsi dihasilkan, tenaga dapat berarti pengukuran kemampuan mesin untuk melakukan usaha.

Tenaga diukur dari waktu ke waktu. Semakin besar tenaga kendaraan, makin besar kemampuan menggerakkan massa dalam jumlah waktu yang sama, atau dapat menggerakkan massa yang cukup konstan (berat mobil) dalam waktu yang lebih singkat.

Secara singkat torsi adalah kerja dalam arah rotasional, sedangkan tenaga adalah kerja per unit waktu. Tentunya permasalahan lain adalah unit satuan untuk torsi dan tenaga yang diberikan oleh pabrikan akan membingungkan konsumen. Pabrikan Amerika lebih cenderung menuliskan torsi dalam satuan lb.ft, tenaga dalam horse power. Sedangkan pabrikan Jerman dan beberapa pabrikan Jepang seperti Suzuki cenderung dengan PS (pferdestarke, daya kuda dalam bahasa Jerman) untuk tenaga dan torsi dalam Nm (Newton meter). Belahan dunia lain menyebut daya dalam kW (kilo Watt).

Comments

Popular posts from this blog

It will work in the future

Tips : Kotoran Aspal susah hilang?

Tips memelihara Helm